Archive for the ‘Sosial & Humanisme’ Category

Pengemis berkurang di KRL Jabodetabek,Lantai kereta sedikit lebih bersih.

Friday, September 14th, 2007

Lantai setiap KRL arah Jakarta Bogor terlihat seperti baru disapu sejak awal puasa yaitu Kamis (13/09).Tapi kelihatannya hanya disapu tidak dicuci,sehingga belum kelihatan bersih benar,hanya sampah-sampah bekas makanan dan minuman yang biasanya berserakan dilantai kereta sudah disapu bersih.
Penumpang KRL merasakan sedikit perbedaan tersebut dan menyambut baik sedikit perubahan tersebut walaupun masih jauh dari harapan.
KRL masih tetap terlambat, dan Sayuran,barang-barang,Unggas, tetap diijinkan diangkut bersama dengan penumpang.
Pengemis dan pengamenpun agak berkurang walaupun masih ada beberapa.yang biasanya bisa lebih dari sepuluh pengemis yang terus lalu lalang didalam gerbong kereta hari-hari bulan puasa ini hanya 2 atau 3 orang saja.

Harapan penumpang KRL Jabodetabek adalah supaya pelayanan dan kebersihan kereta bisa ditingkatkan,walaupun memang diakui harga karcis KRL relatif sangat murah dibanding kendaraan umum lainnya.

memang subsidi pemerintah dalam hal angkutan umum KRL untuk rakyat kecil ini benar-benar sangat membantu meringankan beban karyawan-karyawan rendahan yang mempunyai rumah di sekitar jabodetabek dan bekerja di kota Jakarta.Apalagi jika ditambah dengan kondisi kereta yang bersih dan tepat waktu.

Kesurupan Masal di SMP 2 Buduran Sidoarjo

Saturday, September 8th, 2007

6 September 2007

Sedikitnya 5 orang siswa mengalami kesurupan masal di dalam kelas seusai dilaksanakannya istigotsah di SMP 2 Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Yusron Hadi, Kepala Sekolah SMP 2 Buduran mengatakan pihaknya melaksanakan istigotsah untuk mengusir roh halus yang diduga berada di sekolah tersebut.

Saat istigotsah berlangsung suasana aman-aman saja namun sekitar 15 menit kemudian sejumlah siswa mengalami sesak napas. Mereka kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah. Namun, sakitnya malah menjadi-jadi dan mereka berteriak-teriak histeris. Teriakan-teriakan korban terdengar ketika proses belajar-mengajar sedang berlangsung. Mereka meronta-ronta sambil berteriak dan menangis, hingga membuat cemas siswa-siswa lain.

Peristiwa siswi kesurupan di SMP tersebut bukan untuk kali pertama. Dalam sepekan terakhir, para siswi di sekolah tersebut mengalami kesurupan secara bergantian. Menurut Yusron, fenomena kesurupan berawal ketika SMP tersebut mengadakan 3 hari kemah di kawasan Sedati, Sidoarjo. Diperkemahan tersebut, seorang siswi mengalami kesurupan. Sejak kejadian, hampir tiap hari siswi-siswi secara bergantian kesurupan. Doa bersama yang digelar pihak sekolah masih belum dapat menghentikan kesurupan masal tersebut.

Menurut salah seorang siswa, peristiwa kesurupan tersebut terjadi berkali-kali. Senin lalu, banyak siswa yang tiba-tiba berteriak-teriak Histeris. Beberapa siswa bahkan sempat diobati oleh paranormal. Namun, besoknya kejadian kesurupan terulang lagi.

Sumber: Pos Kota, Liputan6.com, Jawapos.com