Archive for the ‘Jabodetabek’ Category

Antrian panjang di Stasiun Gambir

Sunday, September 16th, 2007

Minggu pagi (16/09) terjadi antrian panjang di stasiun gambir. Para penumpang Kereta yang akan melakukan perjalanan  pada tanggal 7 – 11 Oktober sudah mulai membeli karcis kereta sejak pagi ini.

Antrian sudah dimulai sejak pukul 02 dini hari, dan sampai dengan pukul 10.00 WIB ribuan karcis sudah terjual.

Pengemis berkurang di KRL Jabodetabek,Lantai kereta sedikit lebih bersih.

Friday, September 14th, 2007

Lantai setiap KRL arah Jakarta Bogor terlihat seperti baru disapu sejak awal puasa yaitu Kamis (13/09).Tapi kelihatannya hanya disapu tidak dicuci,sehingga belum kelihatan bersih benar,hanya sampah-sampah bekas makanan dan minuman yang biasanya berserakan dilantai kereta sudah disapu bersih.
Penumpang KRL merasakan sedikit perbedaan tersebut dan menyambut baik sedikit perubahan tersebut walaupun masih jauh dari harapan.
KRL masih tetap terlambat, dan Sayuran,barang-barang,Unggas, tetap diijinkan diangkut bersama dengan penumpang.
Pengemis dan pengamenpun agak berkurang walaupun masih ada beberapa.yang biasanya bisa lebih dari sepuluh pengemis yang terus lalu lalang didalam gerbong kereta hari-hari bulan puasa ini hanya 2 atau 3 orang saja.

Harapan penumpang KRL Jabodetabek adalah supaya pelayanan dan kebersihan kereta bisa ditingkatkan,walaupun memang diakui harga karcis KRL relatif sangat murah dibanding kendaraan umum lainnya.

memang subsidi pemerintah dalam hal angkutan umum KRL untuk rakyat kecil ini benar-benar sangat membantu meringankan beban karyawan-karyawan rendahan yang mempunyai rumah di sekitar jabodetabek dan bekerja di kota Jakarta.Apalagi jika ditambah dengan kondisi kereta yang bersih dan tepat waktu.

TPU Dipenuhi Penziarah

Sunday, September 9th, 2007

Taman Pemakaman Umum (TPU) di Jabotabek dan sekitarnya, menjelang bulan puasa nampak ramai di kunjungi warga yang hendak berziarah.
Keadaan tersebut membawa berkah tersendiri bagi para pedagang, pengemis dan tukang parkir. Jumlah peziarah yang berjumlah banyak tersebut mengakibatkan jalan raya di sekitar TPU menjadi macet lantaran banyak mobil peziarah yang di parkir di bahu jalan.

 Ramainya pengunjung kuburan dimanfaatkan oleh para pengemis dan pedagang yang mengais rejeki di tempat tersebut. Pengemis ramai-ramai memohon belas kasihan dari para peziarah. Para pedagang bunga dan makanan juga turut kebagian rejeki dari para peziarah yang berkunjung ke TPU di berbagai wilayah Jabotabek tersebut.

Menurut pengakuan mereka, pendapatan cukup lumayan bisa untuk menambah kebutuhan  merayakan lebaran,