Obat Diabetes Terkemuka di Dunia Ternyata Beresiko Terhadap Jantung (AVANDIA vs ACTOS)
Menurut berita yang dilansir oleh CNN Money pada tanggal 11 September lalu American Medical Assosiation mengeluarkan jurnal hasil penelitian terhadap efek samping dua merek obat pengontrol gula darah terkemuka dunia terhadap jantung, yaitu AVANDIA® (RosiglitazoneMaleate) dan ACTOS® (Pioglitazone Hydrochloride). Hasilnya menunjukkan bahwa Avandia produksi GlaxoSmithKline beresiko meningkatkan serangan jantung, stroke dan kematian lebih tinggi dibandingkan dengan ACTOS produksi Takeda Pharmaceutical.
Hasil penelitian itu menguatkan penelitian sebelumnya yang dikeluarkan oleh Dr Steven Nissen dari Cleveland Clinic, US dalam The New England Journal of Medicine di bulan Mei lalu dan secara terpisah oleh Dr Sonal Singh dari Wake Forest University School of Medicine N.C, US, dimana efek samping peningkatan resiko serangan jantung dari Avandia sebesar 42% sedangkan Actos lebih berefek pada resiko gagal jantung sebesar 41%. Sedikit berbeda dari Dr Nissen, Dr Singh tidak menemukan efek mematikan yang signifikan pada Avandia selama menggunakan dosis yang tepat dan disiplin.
Akan tetapi Glaxo mengkritik keabsahan hasil penelitian Dr Nissen karena penelitian didasarkan atas metode meta-analysis pengolahan data medis yang tercatat dari pasien dengan kondisi berbeda dibandingkan dengan 42 penelitian uji klinis pasien/sukarelawan oleh Glaxo.
Avandia dan Actos keduanya terdaftar di Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat seperti BP POM-nya Indonesia. Di bulan Juli lalu hasil voting dewan FDA 22-1 setuju tetap mengijinkan Avandia di pasar karena mengacu pada statistik penggunaanya telah banyak membantu penurunan gula darah yang signifikan selama ini sedangkan penelitian-penelitian yang banyak dikeluarkan oleh pihak luar GSK masih simpang-siur dan belum komprehensif (www.gsk.com). Walaupun begitu FDA telah memperingatkan Avandia dan Actos untuk tetap mencantumkan peringatan penggunaan dosis yang tepat pada label.
GlaxoSmithKline (GSK) adalah salah satu pemimpin pasar obat-obatan di Eropa dan berhasil menjual Avandia total sebesar US$ 3 miliar (hampir 30 triliun rupiah) di tahun 2006. Produk GSK banyak dikenal di Indonesia dengan antara lain obat Panadol, odol Sensodyne, suplemen Scott Emulsion, Zantac, antibiotik Amoxil, Ventolin dan lain-lain.
Ternyata obat yang dianggap baguspun bisa menimbulkan penyakit berbahaya lain. Pilihan sulit bagi pengidap Diabetes, sementara terus mengkonsumsi obat untuk penyakit yang tidak mungkin sembuh tapi juga menanam resiko munculnya penyakit jantung yang mematikan. Mau yang beresiko serangan jantung atau gagal jantung ?